Wednesday, May 11, 2011

FILM TANDA TANYA


    Baru aja gue nonton Film garapan Hanung Bramantyo yang sempet jadi Kontroversi sebelum film ini akhirnya muncul di bioskop-bioskop. awalnya gue ga begitu tertarik. tapi begitu tau film ini udah muncul, harus buru-buru ditonton sebelum akhirnya mungkin bakal ditarik lagi. hehe...
Oke,,ini menurut pendapat gue sendiri. Pemikiran gue. Jujur gue lebih senang melihat sesuatu dari sisi baiknya daripada harus mengotori kepala gue dengan pikiran-pikiran buruk. sekali lagi, kita ini masing-masing dianugrahi Otak yang berbeda-beda oleh ALLAH SWT. kita ga dibesarkan dalam lingkungan yang sama, keluarga yang sama, keyakinan yang sama. Jadi udah dapat dipastikan kalau pemikiran masing-masing individu bakalan beraneka ragam. dan menurut gue, itulah kehebatan ALLAH SWT.
Lanjut,,
Film ini menceritakan tentang suatu daerah yang sangat  kental dengan perbedaan kultur budaya dan agamanya. Di daerah ini terdapat 3 rumah ibadah yaitu masjid, gereja, dan klenteng. Fokus utama di film ini yaitu tentang :


   Keluarga Tan Kat Sun, pemilik restoran masakan Cina yang walaupun menyediakan masakan tidak halal, namun dengan kesadaran dan toleransinya yang tinggi, ia juga mengakomodir kebutuhan makanan halal bagi pelanggan muslim-nya. Walaupun banyak mendapat ketidakyakinan akan kehalalan masakan halal-nya, penganut Budha yang taat ini berbesar hati dan konsisten untuk tetap menghargai karyawan, tetangga maupun pelanggan muslimnya. Tan Kat Sun disini diceritakan sebagai pribadi yang sangat amat menghargai tentang toleransi antar umat beragama terutama untuk umat muslim yang mayoritas di daerahnya dan juga yang bekerja di restorannya 
  Rika, seorang mualaf Kristen, janda dengan seorang anak, yang tetap mengajarkan iman islam kepada Abi anaknya bahkan mampu mendatangkan kembali orangtuanya kerumahnya dalam syukuran khatam Al-Quran putra sematawayangnya. Tersirat dikisahkan Rika memiliki hubungan dengan Surya pemuda muslim yang bersedia memerankan tokoh Yesus yang disiksa dan disalib dalam drama Paskah juga sebagai Yosef, suami Maria ibu Yesus dalam drama Natal.
Rasa toleransi beragama yang tinggi dari sang majikan membuat Menuk, satu-satunya anak buahnya yang berjilbab, sangat loyal terhadap Tan Kat Sun. Namun, Soleh, suami Menuk, cemburu pada Ping Hen alias Hendra, anak Tan Kat Sun. Latar belakang anugrah saling mencintai dalam perbedaan agama yang pernah dijalin Hendra dan Menuk membuat pasangan suami-istri ini sering berselisih paham.
     Film ini sukses bikin gue menitikan air mata tadi. waktu adegan soleh -suami menuk- berani mengorbankan diri sendiri membawa lari bom yang ia temukan di gereja sewaktu ia bertugas menjaga perayaan Natal saat itu. Dan akhirnya Bom itu meledak di pelukan Soleh. Dan film ini menurut gue sarat dengan makna toleransi antar umat beragama, antar sesama manusia. Kita hidup tidak hanya dengan kaum kita atau orang-orang yang sependapat dengan kita saja. kita hidup juga bedampingan dengan orang-orang lain. dan perbedaan itu sangat Indah menurut gue. Perbedaan itu akan membuat kita saling membutuhkan satu sama lain.dan kita harus belajar untuk saling menghargai, tidak egois, tidak merasa paling benar, tidak merasa paling sempurna dan nomor 1 . karena kita semua tahu, yang paling benar, the number one and only dan maha sempurna hanyalah milik ALLAH SWT. Tidak ada 1 orang pun di dunia ini yang bisa mengalahkan kesempurnaaNYA ataupun berlagak seperti-NYA

2 comments:

  1. ga nyangka nisya bisa nulis kya begini haha
    mantap lah sya..
    gw mau nonton ni film tapi belum berhasil

    ReplyDelete
  2. Eh,,, Bugii... Hallo.
    hehehe... iya nih. iseng2 doang.
    teng kyu bug..

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...