Saturday, November 26, 2011

Sistem Informasi Manufaktur



Integrasi antara teknologi dan informasi harus dikembangkan secara terus menerus. Begitu pula dalam lingkungan produksi atau manufaktur. Dalam lingkungan produksi, integrasi antara teknologi dan informasi dapat terfasilitasi oleh adanya Sistem Informasi Produksi. Sistem produksi akan menjadi lebih bernilai dan lebih akurat dengan adanya Sistem Informasi Produksi yang mampu mengumpulkan data, mengolah data dan menyajikan data secara akurat dan cepat. Demi meningkatkan keunggulan perusahaan yang kompetitif, banyak perusahaan mengintegrasikan fungsi-fungsi manufaktur dengan strategi bisnis secara global dalam sebuah sistem informasi.
Sistem Informasi Manufaktur/Produksi adalah sebuah sistem informasi yang mendukung kegiatan produksi atau manufaktur terutama dalam hal perencanaan dan kontrol proses produksi. Sistem Informasi produksi rata-rata sudah berbasis web, dan mendukung Computer-Integrated Manufacturing (CIM). Dalam pelaksanaannya, CIM harus berprinsip pada 3 hal, yaitu:
   a.       Simplify – menyederhanakan proses produksi, proses desain, dan organisasi perusahaan
   b.      Automate- mengotomatisasi proses produksi dengan bantuan komputer, robot dan mesin
   c.       Integrate – mengintegrasikan semua proses bisnis
Contoh2 Sistem Informasi Manufaktur:
  a.Computer-aided Engineering (CAE) and Computer-Aided Design (CAD), berfungsi untuk membantu engineer mendesain sebuah produk dengan lebih baik
    b.  Computer-aided process planning, membantu engineer dalam mendesain sebuah proses produksi
   c. Material Requirement Planning, Membantu engineer dalam merencanakan material yang akan digunakan  dalam proses produksi
   d. Manufacturing Resource Planning (MRP II), Mengintegrasikan MRP I dengan penjadwalan produksi dan operasi lantai kerja.
  e. Computer Aided Manufacturing (CAM), Mengotomatisasi proses produksi, seperti mengontrol dan memonitor proses produksi
f.        Manufacturing Execution System, berfungsi untuk memonitor, men-trace, dan mengontrol 5 elemen dalam sebuah proses produksi, seperti: material, equipment, personel, instruction and specification, and production facilities.

Machine Control, biasa disebut Numerical Control, berfungsi untuk mengontrol sebuah mesin dalam beroperasi

0 komentar:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...