Wednesday, April 11, 2012

The Hunger Games

   
          The Hunger Games, satu lagi film adopsi novel trilogi keren yang bakalan di elu-elu kan di seantero dunia. Film ini mengambil setting di masa depan, dimana ada suatu negara bernama Panem yang memiliki 12 distrik jajahan miskin dengan  pemerintahannya yang sangat kaya raya disebut Capitol. Setiap tahunnya Capitol mengadakan sebuah event megah yang dinamakan Hunger Games. dimana event ini memaksa setiap distrik untuk mengorbankan 2 perwakilannya (laki-laki dan perempuan) berusia 12-18 tahun yang akan dilatih di Capitol sebelum akhirnya para remaja terpilih yang disebut Tribute ini diletakkan di sebuah hutan buatan yang dikendalikan oleh capitol untuk saling membunuh satu sama lain hingga tersisa 1 orang sebagai pemenang. Permainan ini disiarkan langsung ke seluruh penjuru negeri sebagai sebuah reality show, hal tersebut dilakukan sebagai hukuman atas pemberontakan yang pernah dilakukan para distrik dimasa lampau. Pemenang dari permainan ini akan mendapatkan hadiah berupa persediaan makanan dan kesejahteraan selama setahun untuk distriknya.

Katniss Everden, gadis remaja dari distrik 12 yang tinggal bersama ibu, dan adiknya Primrose Everden merupakan gadis remaja yang menjadi tulang punggung keluarganya sejak kematian ayahnya. Kepandaiannya memanah menjadi senjata andalannya disaat berburu demi mendapatkan persediaan makanan untuk keluarganya. Pada pemilihan Hunger game ke 74, Prim yang saat itu merupakan tahun pertamanya di undian hunger game, terpilih menjadi salah seorang tribute untuk mewakili distriknya. Rasa sayang Katniss kepada adiknya membuat Katniss merelakan dirinya sebagai sukarelawan untuk menggantikan posisi adiknya. Undian berikutnya jatuh pada Peeta Mellark, anak seorang tukang roti yang ternyata jatuh cinta pada Katniss. Kisah pengorbanan Katniss dan kisah cinta Katniss dan Peeta di hunger games ke 74 ini ternyata membuat  permainan menjadi lebih menarik dan tidak terlupakan bagi Capitol maupun seluruh warga Panem.

        Banyak pesan yang bisa diambil dari film ini, Penulis novelnya sendiri berhasil mengangkat berbagai aspek kehidupan seperti politik, kemanusiaan, sosial, dan cinta semua dirangkum apik dalam cerita yang tidak dapat diduga-duga. Awalnya ketika mendengar sinopsis tentang permainan ini, pikiran gue langsung tertuju ke film garapan jepang yang namanya Battle Royale. ide permainannya sama, puluhan remaja diletakkan di sebuah daerah dan harus saling bunuh sampai kesisa 1 orang sebagai pemenang. tapi gue pribadi lebih suka film hunger game ini, karena tadi, di film ini berhasil mengangkat berbagai aspek kehidupan. Dari sisi menegangkan dan sadisnya, Battle royale yang menang  karena di Battle Royale, hampir semua peserta saling mengenal, bahkan berteman akrab. Dua film ini sama-sama nguras emosi dimana sisi kemanusiaan masing-masing peserta diuji untuk bisa keluar dari permainan ini.

0 komentar:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...